Industri Manipulasi Opini Publik

Kampanye media sosial menjadi bagian ‘industri manipulasi opini’ demi memoles citra para politisi dan demi meraih tujuan kekuasaan. Media sosial (Facebook, Instagram, dan terutama Twitter) digunakan untuk mempengaruhi opini publik di beragam isu. Hasil laporan riset Universitas Oxford yang berjudul “Industrialized Disinformation 2020: Global Inventory of Organized Social Media Manipulation” menunjukkan bisnis manipulasi opini dilakukan oleh 81 negara dengan perputaran dana mencapai hampir US $10 miliar dan melibatkan 48 perusahan swasta.

Berikut adalah hasil riset media sosial dan wawancara para ‘buzzer’ yang dipublikasikan di website insideindonesia.org yang menunjukkan bagaimana cara pengorganisasian dan pendanaan kampanye di Indonesia. Fakta ini seharusnya menjadi bagian dari upaya kritis kita bahwa untuk melahirkan penguasa yang amanah, sangat diperlukan sistem yang juga ‘amanah’ dalam menaikkan seorang pemimpin ke tangga kekuasaan disamping sosok yang juga amanah, memiliki kemampuan dan berintegritas.
(lebih…)