Banjir Kalsel: Bukan Semata Faktor Teknis, Tapi Juga Faktor Ideologis

Awal tahun 2021 Indonesia kembali dikejutkan dengan banjir besar yang menerjang  11 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang meliputi Kabupaten Tapin, Banjar, Kota Banjar Baru, Tanah Laut, Banjarmasin, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Tabalong, Hulu Sungai Selatan, Batola, dan Hulu Sungai Utara, sebanyak 54.363 rumah terdampak dan 76.962 warga mengungsi.  Bencana yang terjadi di Kalsel adalah bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh penurunan luasan hutan primer dan sekunder (akibat alih fungsi kawasan hutan) dengan kondisi topografinya sebagaimana yang Read more…

Menghapus Tuduhan Feminis Atas Beban Ganda Perempuan di Masa Pandemi

Oleh : Crafty Rini Putri Diah Pitaloka (aktivis feminis milenial) dalam Webinar Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI) pada 4 Januari 2021 lalu mengangkat isu pendekatan feminis dalam kebijakan new normal di Indonesia. Menurutnya, perempuan masih berhadapan dengan masalah diskriminasi dan ketidakadilan gender. Diperkuat oleh Sri Mulyani, MenKeu RI yang menyebutkan akibat diskriminasi perempuan telah mengalami dampak tidak proporsional dalam menghadapi pandemi. Contohnya pada pembagian peran gender, banyak perempuan bekerja di sektor perawatan dan kesehatan Read more…

Delusi Kesetaraan Gender dalam Gerakan Feminisme Indonesia Menuju IWD

Oleh : Crafty Rini Putri Narasi palsu feminisme terus digulirkan di kalangan perempuan milenial. Pergerakan feminis milenial di kampus-kampus semakin nyata. Mereka menilai kampus sebagai tempat civitas akademika yang nyatanya belum sepenuhnya menjadi ruang aman dari sexual abuse and harassment (kekerasan dan pelecehan seksual). Berdasarkan survei yang dilakukan oleh kolaborasi Tirto.id, The Jakarta Post dan VICE Indonesia pada 2019 terdapat 207 kesaksian penyintas sexual abuse sejumlah 174 yang di antaranya terkait dengan institusi kampus. Karenanya Read more…

ANALISIS POTENSI WILAYAH KABUPATEN BANYUWANGI

Banyuwangi The Sunrise of Java belum lama ini kembali menjadi perbincangan hangat di media karena Deklarasi kontroversial Pesatuan Dukun Nusantara (PERDUNU) di tengah upaya pemerintah setempat mengubah citra kota “santet” menjadi destinasi wisata unggulan. Di tengah “geliat” pariwisata pasca diterapkannya pembatasan sosial akibat pandemic, PERDUNU menyatakan keinginannya untuk menggelar festival santet di kota ujung timur Pulau Jawa tersebut. Hal ini menuai reaksi banyak pihak tidak terkecuali pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri yang segera memberikan klarifikasi sekaligus Read more…

Media Sosial dalam Pusaran Kapitalisme Penyebab Depresi Kalangan Milenial

Oleh: Erika Kartini Saat ini media sosial adalah tempat bergaul masa kini dalam masyarakat. Tanpa perlu bepergian dan mengahabiskan banyak tenaga, semua orang bisa berinteraksi dengan siapa saja. Cukup dengan memainkan jari jemari sambil rebahan, dunia seperti ada dalam genggaman. Ingin kenalan dengan siapapun dan dimanapun bisa dilakukan dengan hitungan detik. Sungguh luar biasa pengaruh kemajuan teknologi pada hari ini. Khususnya bagi kalangan milenial yang menduduki posisi jumlah penduduk terbanyak kedua setelah generasi Z.Generasi milenial Read more…

Pemindahan Ibukota Negara Terburu-buru dan Bukan Solusi: Sebuah Laporan Kajian Kebijakan IMuNe

Meskipun bukan gagasan yang baru, keputusan Presiden untuk memindahkan ibu kota mendapat tanggapan yg bermacam-macam. Kesan terburu-buru dan kurangnya kajian mendalam membuat keputusan pemindahan Ibu Kota seakan dipaksakan untuk kepentingan politis. Sebaliknya, kondisi Jakarta sebagai Ibu Kota saat ini yang sudah sangat padat dan banyak masalah khususnya banjir dan macet membuat keputusan pemindahan Ibu Kota menjadi nampak rasional. Tim Riset Kebijakan Institut Muslimah Negarawan sudah melakukan riset terkait pemindahan Ibu Kota. Hasil riset kami menemukan Read more…

Laut Sulu dan Muslim Mindanao: Dekat di Mata Jauh di Hati

Laut Sulu berada di utara Laut Sulawesi dan Kalimantan Utara, tidak seberapa jauh dari Indonesia namun tak banyak masyarakat Indonesia yang mengenalnya. Laut Sulu memiliki posisi geografis yang sangat strategis dan dianggap sebagai perairan “paling berbahaya” di dunia, karena isu bajak laut dan terorisme. Perairan strategis yang dianggap berbahaya ini justru menyimpan kisah nasib minoritas Muslim yang berada dalam bahaya. Siapakah mereka? Mereka adalah saudara kita seiman yakni Muslim Mindanao, yang seharusnya dekat di hati Read more…

Geopolitik Aliran Sungai

(Catatan Geopolitical Trip Selat Makassar – tim Kalsel) Kalimantan Selatan dengan peradaban sungainya memiliki profil geopolitik yang unik. Sungai memang selalu memiliki nilai geostrategis jika kita belajar dari banyak peradaban sungai lainnya, seperti sungai Nil atau sungai Mekong. Jejak penyebaran Islam sejak era Sultan Suriansyah yang menyusuri sungai di tanah Banjar telah membentuk konektivitas masyarakat Muslim di sepanjang aliran Sungai Nagara dari Hulu Sungai hingga hilirnya di kota Banjarmasin. Walhasil, masyarakat sepanjang aliran sungai itu Read more…

Menyiapkan Lebensraum untuk Umat Islam #Bagian 1

Inti geopolitik adalah ruang hidup (living space) atau dikenal dengan: lebensraum, seperti kata Frederich Ratzel. Namun, istilah lebensraum sering diidentikkan negatif karena dianggap melekat dengan Nazi dan kekuasaan hegemon yang ekspansionis. Padahal pemikiran Ratzel ini cenderung hanya menyatakan sebuah masyarakat perlu ruang hidup yang dinamis, tapi karena Hitler memformulasikannya dengan pemikiran rasisme bangsa Aria dan ambisi kekuasaannya maka istilah lebensraum seperti sudah melekat dengan Nazi. Terlepas dari itu semua, istilah lebensraum atau ruang hidup selama Read more…

Hubungan Geopolitik dan Kaum Ibu

Banyak yang bertanya pada saya apa hubungannya geopolitik dan kaum ibu? Keduanya sebenarnya dihubungkan oleh pemikiran/ tsaqafah Islam. Penghubung yang telah lama putus, diputus oleh proses deislamisasi dan sekulerisasi oleh kolonial Barat. Sekulerisasi yang menimpa semua dimensi kehidupan umat termasuk merasuknya paham feminis pada kaum Muslimah dan mengakarnya konsep geopolitik sekuler yang memecah belah negeri-negeri Muslim dengan paham nasionalisme. Padahal sebelum penghubung itu diputus, kaum Ibu Muslimah memiliki kesadaran politik Islam yang sangat tinggi. Ini Read more…