Donasi Film Dokumenter “VOC, Korporasi Multinasional Pertama yang Menghancurkan Kerajaan Islam Mataram”

Bantu sukseskan penyelesaian film dokumenter riset sejarah perubahan sosiokultural era kerajaan mataram Islam.
0.01% Raised
Rp10 000 donated of Rp70 000 000 goal
1 Donors
7 Days Left

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Berawal dari obrolan santai tentang peristiwa politik yang terjadi akhir-akhir ini, mulai dari isu-isu politik, konflik berlatar belakang agama, hingga peristiwa internasional seperti megaproyek One Belt One Road yang digagas Tiongkok di kawasan Asia Pasifik, lama-kelamaan kami terpikirkan peristiwa yang terjadi hari ini memiliki keserupaan dengan peristiwa yang terjadi di masa lalu. Sejarah yang diingat oleh bangsa Indonesia tentang kedatangan VOC, perusahaan dagang Belanda yang berakhir menjadi penjajah di Indonesia. Namun, pertanyaannya adalah apakah VOC benar-benar datang untuk menjajah atau mereka datang sekedar berdagang? Apa perbedaan VOC dengan perusahaan multinasional yang kita kenal hari ini? Bukankah VOC tidak akan mampu masuk ke nusantara tanpa izin dari penguasa lokal?

Pertanyaan-pertanyaan ini membuat kami melakukan riset lebih jauh mengenai sejarah awal kedatangan VOC ke nusantara hingga bagaimana mereka bisa menancapkan kekuasaannya sebelum akhirnya diambil alih oleh pemerintahan Belanda. 1603 VOC membangun pusat perdagangan pertama yang tetap di Banten. 1613 Kerajaan Islam Mataram dipimpin oleh Raden Mas Rangsang (Sultan Agung) yang kelak dikenal sejarah sebagai penguasa yang membawa Mataram di puncak kekuasaannya. Pada masa awal kekuasaannya ajakan VOC untuk bekerja sama dengan Mataram ditolak mentah-mentah. Namun belakangan, menghadapi pemberontakan-pemberontakan di Jawa Mataram akhirnya mengundang VOC untuk memberikan bantuan.

Maka benarkah nusantara dijajah? Ataukah raja-raja nusantara yang justru mengundang penjajah?

Sinopsis Film

Mataram, kekuatan yang muncul di nusantara setelah kegagalan Sunan Bonang menyiapkan Raden Patah putera Raden Majapahit menjadikan Demak sebagai pusat Kerajaan Islam. Kekuasaan Demak berhasil direbut Adiwijoyo Adipati Pajang. Disanalah ajaran Islam bercampur dengan ajaran Hindu Budha.

Di Giri, pengajaran Islam oleh Sunan Giri mempelopori persatuan adipati-adipati Jawa Timur untuk melawan Mataram yang dianggap telah mencampur ajaran Islam yang murni. Namun, di bawah Sultan Ageng Tirtayasa perlawanan tersebut berhasil dipadamkan Mataram, Sunan Giri tertawan dan dibawa ke Mataram.

Setelah simbol kebesaran Mataram, Sultan Agung wafat, penerus Mataram, Amangkurat mesra dengan Kompeni. Keturunan sunan Giri bersama Trunojoyo beserta Karaeng Galesong dari Makasar bersatu melakukan perlawanan. Namun, perlawanan kembali berhasil diredam. Untuk menghilangkan anasir-anasir yang berbahaya, ribuan kaum santri dan kiayi dibunuh di muka umum agar tidak ada lagi yang berani melawan sang Sultan. Sebuah tragedi yang terjadi setelah pengaruh Belanda tertancap dalam kerajaan Mataram.

Mengapa Berdonasi?

Seiring dengan perkembangan teknologi, media pembelajaran dalam bentuk teks semakin kehilangan daya tarik. Lewat film dokumenter ini, pertanyaan-pertanyaan yang diungkapkan sebelumnya akan coba dijawab. Namun, tentu saja dengan konsep audiovisual yang diharapkan mampu untuk menggugah perasaan dan menstimulus proses berpikir kita. Dengan menggabungkan narasi narasumber dan animasi yang menarik sehingga pelajaran sejarah menjadi lebih hidup dan dapat dijadikan pelajaran hidup bagi generasi masa kini. Kami berharap dengan terselesaikannya film dokumenter ini akan membuka ruang diskusi di kalangan akademisi.

Spesifikasi Film dan Penggunaan Dana

Spesifikasi film dokumenter yang dikerjakan adalah kualitas layar lebar untuk penayangan di festival film nasional dan internasional. Hasil produksi film akan dikembalikan agar dapat dinikmati publik. Dana yang terkumpul akan digunakan dari mulai pra hingga pasca produksi, meliputi riset, pengembangan ide, transportasi shooting, biaya crew, konsumsi, akomodasi, pembuatan subtitle dalam dua Bahasa, hingga pembuatan animasi. Narasumber dan lokasi pengambilan gambar adalah wilayah Jawa dan Belanda (jika mencukupi). Mengapa? Karena Belanda memiliki narasinya tersendiri tentang VOC yang justru di masanya lah Belanda mencapai puncak kejayaannya.

Bagaimana cara Berdonasi?

Donasi dapat dilakukan melalui transfer ke nomor rekening 0710626430 (BNI/BNI Syariah) a.n. Ayu Paranitha H.P. tambahkan kode 1 pada akhir nominal transfer (contoh: 100.001) jika ada pertanyaan dapat menghubungi ayu di WA 083822466467

Your Donation
Details

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *