Penelitian ini mengkaji peran pendidikan sebagai arena perlawanan ideologis di Gaza, Palestina, dalam konteks penindasan, blokade, dan agresi militer yang berkepanjangan. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini menelaah berbagai sumber sekunder, termasuk laporan akademik, dokumen organisasi internasional, serta liputan media yang kredibel. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan di Gaza tak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, melainkan juga sebagai medium mempertahankan identitas, membangun kesadaran politik, dan mengukuhkan solidaritas komunitas. Komunitas lokal memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan, meskipun keterbatasan infrastruktur, blokade, dan ancaman serangan militer terus mengancam. Namun, studi ini juga menegaskan bahwa daya tahan komunitas tanpa keberadaan kekuatan negara tetap tak cukup kuat. Negara, dengan kapasitas politik dan kekuatan ideologisnya, memiliki peran krusial dalam menginstitusionalisasi perlawanan dan mewujudkan kedaulatan pendidikan.
Pendidikan Sebagai Arena Perlawanan Ideologis: Telaah Kualitatif atas Ketahanan Komunitas Muslim Palestina di Gaza dan Relevansinya bagi Indonesia


