\Pembangunan PIK 2 semakin masif sejak ditetapkan menjadi PSN. Pembebasan lahan diduga kuat terjadi di berbagai area di luar wilayah yang sudah ditetapkan sebagai PSN (Tropical Coastland). Truk bermuatan besar melintasi jalan-jalan kampung warga menimbulkan kerusakan jalan, kebisingan, bahkan menelan korban jiwa. Sebagian warga juga terpaksa beralih profesi dari petani dan nelayan karena sudah tidak punya lahan ataupun tidak memungkinkan lagi untuk pergi melaut. Kawasan rawan banjir yang selama ini belum ada solusi juga semakin parah terjadi banjir ketika musim hujan sejak ada pembangunan PIK 2. Penelitian mengenai dampak lingkungan dan dampak tata ruang dari pembangunan kawasan PIK 2 menjadi sangat penting dilakukan, khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Teluknaga yang berada di wilayah pesisir dan berdekatan langsung dengan kawasan pengembangan tersebut. Pembangunan skala besar berpotensi menimbulkan berbagai perubahan, baik terhadap kondisi lingkungan seperti kualitas air, ekosistem pesisir, serta potensi banjir dan abrasi, maupun terhadap struktur pemanfaatan ruang yang dapat memengaruhi pola permukiman, mata pencaharian masyarakat pesisir, serta akses masyarakat terhadap sumber daya laut. Tanpa kajian yang komprehensif, terdapat risiko terjadinya ketidakseimbangan antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan serta sosial masyarakat lokal. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi krusial sebagai dasar ilmiah untuk menilai sejauh mana pembangunan tersebut berdampak terhadap lingkungan dan tata ruang, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan agar pengembangan wilayah tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan serta melindungi kepentingan masyarakat Kecamatan Teluknaga.
Dampak Pembangunan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) Terhadap Masyarakat Kecamatan Teluknaga


