Temuan Hasil Riset Kafe [3/4]
Fenomena coffee shop effect terlihat jelas dalam penelitian ini, di mana suasana kafe mendorong munculnya kreativitas, fokus, dan kegiatan belajar yang lebih intens. Mayoritas responden di empat kota menjadikan kafe sebagai ruang belajar, terutama di Yogyakarta yang mencatat angka tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan yang nyaman, pencahayaan yang mendukung, dan atmosfer yang tenang memberi pengaruh signifikan terhadap produktivitas dan minat literasi anak muda. Kafe menjadi ruang alternatif yang dapat menggantikan suasana formal perpustakaan atau ruang belajar tradisional.
Kegiatan sosial dan interaksi tetap berlangsung, tetapi aktivitas belajar, bekerja, dan membaca menjadi bagian penting dari pengalaman anak muda di kafe. Banyak responden memanfaatkan waktu di kafe untuk mengerjakan tugas, melakukan diskusi, dan menikmati momen refleksi pribadi. Dengan demikian, kafe tidak lagi sekadar tempat bersantai. Ia berkembang menjadi ruang literasi yang memadukan belajar, kreativitas, dan kebersamaan. Fenomena ini memperkuat kesimpulan bahwa kafe memiliki potensi yang besar sebagai ruang produktif bagi Generasi Z di kota kota Indonesia, khususnya di empat kota besar yang menjadi lokus penelitian.
