Dari Gaza untuk Indonesia: Pelajaran tentang Keteguhan Menjaga Syariat Khalwat dan Ikhtilat di Ruang Publik

Di saat generasi muda di negeri-negeri muslim termasuk Indonesia tenggelam dalam arus liberalisme yang mengaburkan batas dan membuahkan kerusakan, Gaza bertahan seperti perahu tua yang tetap mengapung di samudra derita, karena layarnya bukan kain, tapi keyakinan dan keteguhan menjaga syari’at.

Keteguhan menjalankan syari’at ribath membuat mereka bukan sekedar bertahan dari serangan brutal Zionis, tapi juga melawan ditengah lumpuhnya kepedulian dunia. Perlawanan mereka inilah yang membuat kehormatan Islam masih terjaga, disaat rezim dunia Islam hanya bisa diam membisu dan berpura-pura lupa pada kewajiban ribath terhadap tanah Palestina yang diberkahi. Mafhum ribath tidak lagi dipahami apalagi diperjuangkan oleh generasi kaum muslim hari ini.

Demikian juga dengan syari’at lain seperti larangan khalwat dan ikhtilâṭ yang perlahan tapi pasti mulai ditinggalkan generasi muda muslim secara umum, tapi masih teguh dijaga oleh generasi Gaza. Di tengah derasnya arus liberalisasi pergaulan yang dikampanyekan Barat, mereka mampu membuktikan keteguhan untuk tidak tenggelam dalam pusaran arus rusak itu.

Bagaimana kita mengambil pelajaran dari keteguhan generasi Gaza yang tidak hanya bertahan dari peluru dan kelaparan, tapi juga bertahan dari racun zaman yaitu liberalisasi pergaulan yang destruktif?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top