Kafe sebagai Sarana Pembentukan Gaya Hidup

Temuan Hasil Riset Kafe [2/4]

Penelitian ini menunjukkan bahwa budaya berkumpul di kafe telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup urban Generasi Z. Intensitas kunjungan yang cukup tinggi, bahkan mencapai beberapa kali dalam satu minggu, memperlihatkan bahwa kafe menjadi simbol kehidupan kota yang dinamis. Waktu yang dihabiskan di kafe menunjukkan kecenderungan yang menarik, terutama di Yogyakarta yang mencatat durasi paling lama. Hal ini menggambarkan bahwa kafe bukan lagi tempat singgah singkat, melainkan ruang yang melibatkan kenyamanan, rutinitas, dan kebutuhan produktivitas.

Hubungan antara kunjungan ke kafe dan rasa bahagia juga mengemuka dalam temuan penelitian ini. Mereka yang belum menikah mendominasi kelompok pengunjung, sehingga kafe menjadi ruang untuk mengelola ritme hidup, menenangkan pikiran, dan mengekspresikan diri. Makassar dan Samarinda memperlihatkan karakteristik unik karena banyak responden menyatakan merasa sangat bahagia saat berada di kafe. Pola ini memperkuat pemahaman bahwa kafe memiliki peran dalam membentuk gaya hidup yang berkaitan dengan emosi, ritme sosial, dan pengalaman keseharian anak muda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top