KOPI Muslimah

Matinya Kekuasaan Pemimpin Kafir Jumawa

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menolak meminta maaf atas ucapannya saat kampanye yang melarang semua Muslim memasuki AS. Saat ditanya apakah Trump akan meminta maaf atas usulnya melarang Muslim masuk ke AS, Trump menegaskan tidak ada yang perlu dimintai maaf.

Penolakan Trump untuk meminta maaf atau menarik seruannya melarang semua Muslim memasuki AS telah dibawa di pengadilan. Sejumlah pihak mempertanyakan legalitas hukum yang melarang semua Muslim memasuki AS. Tetapi para pengacara pemerintah berpendapat, Trump bukan presiden pada waktu itu. Melarang Muslim memasuki AS merupakan tindakan pengamanan untuk mencegah para teroris datang ke AS. Trump menandatangani tiga versi larangan Muslim memasuki AS tahun lalu sebagai upaya untuk melegalkan larangannya di pengadilan.

Pada Senin (30/1) Trump mengatakan, tidak percaya permintaan maaf akan mengubah jalannya pertempuran hukum. “Jadi saya pikir, jika saya minta maaf, tidak akan membuat perbedaan untuk mereka, tidak ada yang perlu dimintai maaf,” ujarnya. http://www.republika.co.id/berita/internasional/amerika/18/05/01/p81klf384-trump-tolak-minta-maaf-setelah-larang-muslim-masuk-as

Komentar:

Belum terlupakan dari benak umat ketika Trump menggaungkan bahwa ia akan menerapkan kebijakan untuk menolak semua Muslim memasuki tanah Amerika jika ia terpilih menjadi Presiden di masa kampanyenya dahulu. Ia berpikiran bahwa Muslim dan Islam sangat berhubungan dengan radikalisme dan terorisme.

Atas alasan itulah, ia menetapkan kebijakan dangkal tersebut dengan dalih melindungi Amerika dari aksi-aksi teror dan radikal. Tentu itu adalah pernyataan yang menunjukkan sikap dan pemikirannya nya yang picik, rasis, dan xenophobic (takut akan sesuatu yang asing darinya), sehingga tidak heran sontak mengundang kecaman dari dunia internasional.

Meskipun pernyataan kontroversialnya itu telah dipertanyakan legalitasnya secara hukum di pengadilan Amerika, Trump dengan sombongnya kemudian menyatakan enggan untuk meminta maaf kepada umat Islam terkait kebijakannya itu. Kesombongannya itu juga telah mengantarkannya pada keinginan untuk menjadikan Yerusalem, kota suci ketiga bagi kaum Muslimin sebagai Ibukota Israel. Padahal publik mengetahui bahwa perkara Yerusalem merupakan “red-line” bagi dunia Islam. Kecaman dari dunia internasional ketika AS berencana memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei ini pun sama sekali tidak digubris olehnya. Hal ini seolah-olah ia ingin menunjukkan bahwa AS memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar, sehingga siapapun akan tunduk dan mengamini setiap kehendak AS.

Pemimpin kafir yang kian jumawa pasti akan tetap menemui akhir kekuasaannya, termasuk Trump. Sikap arogannya yang secara nyata memusuhi Islam dan kaum Muslimin dengan berbagai strategi busuknya cepat atau lambat akan menjadi pelatuk keruntuhan kekuasaannya.

Bersamaan dengan berbagai sikap arogan yang ditunjukkan oleh Trump, justru dunia Islam semakin menunjukkan geliat kebangkitannya dalam menyambut sebuah peradaban, yakni Khilafah Islamiyah yang diprediksi oleh National Inteligence Council (badan intelijen Amerika) akan lahir pada tahun 2020, yang terbentang dari Mediterania hingga ke Asia Tenggara.

Umat semakin sadar bahwa lahirnya peradaban Islam dalam naungan Khilafah merupakan sebuah keniscayaan yang juga akan menghancurkan kekuasaan Trump beserta antek-anteknya di seluruh penjuru dunia. Bagaimanapun upaya yang dilakukan musuh-musuh Allah dalam memberangus Islam, sama sekali tak akan menghapuskan janji Allah untuk memenangkan kaum Muslimin atas musuhNya. Sungguh, fajar kebangkitan umat dan agama ini kian menyingsing.  Hal ini pulalah yang sudah dikatakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui kitabNya yang agung dalam surah An Nuur ayat 55,

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai.”

 

Iranti Mantasari

Tim Riset Fareastern Muslimah #MuslimahTimurJauh

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *