Geopolitical Map

Papua dalam Gurita Asing

Papua adalah bumi Nuu War, begitulah Muslim di Papua disebut. Nuu pintu cahaya, dan War berwawasan menyimpan rahasia alam. Salah satu rahasia alam yang terkandung di bumi cendrawasih dengan luas wilayah 786.000 km² ini adalah kekayaan sumber daya alamnya berupa hasil tambang. Pulau besar di ujung Timur Indonesia dengan kepala burung terdiri dari 2 Provinsi yaitu Provinsi Papua dan Papua Barat.

Namun sayangnya, kekayaan tambang di Papua tidak memberikan dampak positif kepada kesejahteraan penduduk lokal di sana, karena tingkat kemiskinan tertinggi justru secara dominan berkumpul di area sekitaran tambang milik swasta. Bahkan secara nasional, Papua masih menempati ranking tertinggi dalam memimpin kemiskinan di Indonesia (Santi, 2019).

Data lain menunjukkan bahwa Pemerintah pusat di Jakarta sejak tahun 2002 telah menggelontorkan dana otonomi khusus (otsus) untuk membangun ekonomi Pulau Papua. Secara keseluruhan, pemerintah tercatat telah menyalurkan tak kurang dari 7,4 milyar dolar atau sekitar Rp 105 triliun rupiah ke Papua sampai tahun 2020 ini. Namun ternyata, kucuran dana dari pemerintah ini telah gagal mendongkrak pertumbuhan ekonomi Papua yang justru semakin terpuruk dimana pada kwartal terakhir tahun 2019 jatuh menjadi -15.72%, termasuk pertumbuhan produk domestik regional bruto Papua juga terjun bebas menjadi -13.63% pada kwartal pertama 2019.

Faktor sejarah politik yang panjang dan rumit, beroperasinya korporasi asing seperti PT Freeport yang mengeruk hasil tambang, serta tingginya kemiskinan pada masyarakat asli Papua; menjadikan bumi cendrawasih ini mudah digembosi – ibarat menyimpan bara dalam sekam untuk berpisah dari Indonesia. Terbukti dengan kehadiran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sejak tahun 1965 dan terus berkembang dan menyebar hingga tahun sekarang.

Pulau Papua juga termasuk dalam gugus kepulauan Melanesia. Melanesian Spearhead Group (MSG) dibentuk sejak 1988 dan resmi menjadi organisasi internasional pada tahun 2007. Beberapa negara Melanesia ini justru terang-terangan mendukung Papua melepaskan diri dari Indonesia. Walhasil Papua dikelilingi banyak negara asing yang begitu berhasrat padanya. Negara-negara yang berkepentingan di Papua dimulai dari Tuvalu, Vanuatu, Papua Nugini, Australia, New Zealand, Kepulauan Salomon, Republik Fiji, Kiribati, Samoa Barat, Filiphina, Jepang, Cina, Korea Selatan, Kepulauan Cook, Negara-negara Uni Eropa, hingga negara di bagian Afrika seperti Senegal (Elisabeth, 2006). Tak hanya itu, bahkan Papua dikelilingi oleh pangkalan militer Amerika Serikat, Australia dan pangkalan militer Cina.

IMuNe Geopolitical Map, Agustus 2020

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *