Kekuatan mempengaruhi seorang influencer, yang kadangkala memicu ‘trend setter’ menyebabkan banyak pemilik bisnis yang menggandeng mereka untuk mempromosikan produknya, termasuk anak-anak. Semakin meningkatnya jumlah pengguna media sosial aktif di Indonesia yang mencapai 150 juta jiwa, dengan rata-rata waktu akses hingga 3,5 jam setiap hari menjadi peluang besar menggaet pasar yang semakin dipilih sebagai media marketing produk. Sebuah studi menyebutkan bahwa membidik influencer sebagai marketer produk mendukung balik modal hingga 11 kali lebih besar dibandingkan media iklan yang lain. Inilah yang menjadikan segala usia akhirnya menjadi target demi meluaskan pengaruh penjualan, termasuk menjadikan anak-anak sebagai sasaran influencer sekaligus konsumen yang loyal.

Seri infografis kedua soal Kidsfluencer dari Departemen Media dan Dakwah Digital IMuNe ini menjawab mengapa anak-anak semakin menjadi sasaran utama marketing digital produk, sehingga sangat rentan mengalami eksploitasi yang dapat membahayakan fase tumbuh kembangnya bahkan potensi masa depan mereka.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *