Ancaman dibalik Platform OTT dan Kultur Binge-Watch

Studi terbaru berjudul Future of TV dari The Trade Desk 2021 menunjukkan bahwa saat ini satu dari tiga orang Indonesia menonton konten OTT (platform digital streaming seperti Netflix, Disney+hotstar dll) dan mereka mengonsumsi 3,5 miliar jam konten setiap bulannya. Dengan pertumbuhan konsumsi OTT sebesar 40 persen dari tahun ke tahun, kini Indonesia memimpin konsumsi OTT di Asia Tenggara. Tanpa disadari, konten dalam platform OTT menyimpan dampak buruk terhadap pola konsumsi dan dampak sosial bagi jutaan penggunanya.

Platform OTT global yang digawangi Netflix tentunya menjadi salah satu platform yang membawa misi mengenalkan kultur nilai-nilai barat dalam tontonannya, yang sering disebut cultural imperialism. Konten pergaulan bebas, seksualitas, bahkan kekerasan ala film dan serial barat yang bahkan tanpa sensor dan mudah diakses, semakin meluaskan pengaruh penyebarannya di tengah masyarakat utamanya generasi muda, termasuk generasi muda muslim.

Selain konten, ancaman berikutnya adalah pola konsumsi binge-watch yang terbukti memberikan dampak negatif secara fisik, mental dan sosial.

Mencermati fenomena industri budaya populer, Departemen Media dan Dakwah Digital Institut Muslimah Negarawan merilis riset tentang Generasi Muda Muslim di tengah Industri Budaya Populer yang salah satunya mengangkat fenomena konten dan platform OTT dan bahaya dibaliknya. Edisi Mei 2023 ini telah diluncurkan 2 infografis seputar platform OTT dan kultur binge-watch yang menunjukkan info singkat bagaimana konten dan platform OTT memberikan pengaruh terhadap nilai dan kultur terutama di tengah generasi muda muslim.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top