
- Digital Literacy Report: Media dan Pelemahan Sistematis Kesadaran PublikDalam sistem demokrasi, keberadaan pers idealnya berfungsi sebagai pengawas kekuasaan. Realitanya, sepanjang arus perubahan berbagai rezim demokrasi di Indonesia, fungsi itu tak pernah dibiarkan berjalan. Menurut Reporters Without Borders, Indonesia berada di peringkat 111 dari 180 negara dalam World Press Freedom Index 2024. Data ini menandai terjadinya penurunan dari peringkat 108 pada tahun sebelumnya. Penurunan ini tidak dapat dilepaskan dari situasi faktual di lapangan, seperti… Baca Selengkapnya: Digital Literacy Report: Media dan Pelemahan Sistematis Kesadaran Publik
- Problem Algoritma Tiktok: Antara Otoritas Platform, Kerentanan Pengguna dan Ancaman PublikSebuah penelitian yang dilakukan oleh Reuters Institute pada tahun 2023 mengungkapkan bahwa netizen di Tiktok memiliki rata-rata tingkat pendidikan dan pendapatan lebih rendah dibandingkan dengan platform media sosial lainnya. Riset tersebut juga mengungkap karakteristik lain, seperti minat yang lebih rendah terhadap berita dan informasi, ketertarikan yang lebih rendah terhadap konten politik, rendahnya kesadaran terhadap dampak menyebarnya informasi palsu atau hoaks, sehingga menempatkan mereka pada posisi… Baca Selengkapnya: Problem Algoritma Tiktok: Antara Otoritas Platform, Kerentanan Pengguna dan Ancaman Publik
- Problem Perilaku Digital Berisiko: Analisis Kritis Faktor, Dampak dan Fokus PerbaikanBenarlah ketika dikatakan oleh Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitab Nidzomul Islam bahwa mafhum (pemahaman) seseorang akan mempengaruhi suluk (perilaku).Ketika pemahaman seseorang tidak dilandasi asas yang benar (shahih) dan kokoh, maka perilaku seseorang akan mudah dipengaruhi oleh pemahaman yang salah. Mudah terbelokkan dan terjerumus pada perilaku yang merusak, yang berdampak tidak hanya di dunia namun juga akhiratnya. Salah satu yang harus diwaspadai adalah bagaimana teknologi, ketika… Baca Selengkapnya: Problem Perilaku Digital Berisiko: Analisis Kritis Faktor, Dampak dan Fokus Perbaikan
- Dampak Perilaku Digital Berisiko: NarsismeAssalamualaikum IMuNers, Salah satu fenomena yang dapat membentuk kultur tone deaf (infografis 3) adalah narsisme. Ketika menganggap dirinya adalah pusat semesta dan selalu benar, maka yang terjadi adalah anti kritik, haus atensi dan tidak peduli sekitarnya. Menutup diri dari koreksi, tidak gentle mengakui kesalahan, apalagi meminta maaf. Bahkan cenderung mudah menyalahkan orang lain. Wah, menyebalkan sekali ya orang model begini. Parahnya, narsisme menjadikan dia merasa… Baca Selengkapnya: Dampak Perilaku Digital Berisiko: Narsisme
- Dampak Perilaku Digital Berisiko: Tone DeafPernahkah kamu ikutan tren ‘prank’? Uplod foto/video orang lain tanpa ijin? Oversharing termasuk soal privasi dan aib? Komentar negatif (julid) apapun soal orang lain? Atau bahkan flexing? Pernahkah terpikir dampaknya pada orang lain? Setidaknya, pernahkah terpikir apakah kebiasaan tersebut boleh, harus, tepat dan mesti dilakukan? Jika tidak, bisa jadi kamu terkena sindrom ‘tone deaf’. Cenderung abai, cuek, dan tidak peduli dampaknya pada orang lain, atau… Baca Selengkapnya: Dampak Perilaku Digital Berisiko: Tone Deaf
- Perpres Publisher Rights: Antara Jurnalisme Berkualitas dan Kuasa DigitalEra digitalisasi akhirnya mengubah lanskap arus informasi, yang sebelumnya konsumsi informasi utamanya bersumber pada media pers, kini berubah menggunakan kanal media digital, terutama platform media sosial. Ekosistem media akhirnya tidak hanya dikuasai oleh media pers, namun semakin membuka peluang munculnya new media, dimana publik menjadi bagian di dalamnya. Publik bahkan mampu mengambil peran sebagai news maker dan mampu merebut pasar. Mereka mampu menjadi reporter lapangan,… Baca Selengkapnya: Perpres Publisher Rights: Antara Jurnalisme Berkualitas dan Kuasa Digital
- Menjadi Jurnalis untuk PalestinaAssalamualaikum IMuNers? Sudah update kah tentang informasi apa yang terjadi terhadap saudara kita di Palestina hari ini? Darimana biasanya kita mendapatkan informasi yang kredibel dan terpercaya? Ya, dari para jurnalis dan awak media yang berintegritas dan penuh keberanian meliput di medan perang. Jutaan orang di seluruh dunia telah menyaksikan kebrutalan Israel di Gaza melalui kerja para jurnalis dan awak media. Kebrutalan yang menyebabkan ratusan jurnalis… Baca Selengkapnya: Menjadi Jurnalis untuk Palestina
- Dampak Perilaku Digital Berisiko: Fandom CultureIstilah Fandom culture lahir dari kemunculan grup sosial yang disebut fandom (fan kingdom) yang terdiri dari kumpulan para penggemar seorang idol. Siapa saja yang dikagumi bisa menjadi idol, baik dari kalangan entertainment maupun bukan. Saat ini, “idol” telah berkembang menjadi sebuah profesi yang memunculkan industri per-idol-an. Sebuah industri yang diciptakan oleh capital (modal), menghasilkan produk (barang/jasa), yang pergerakannya dimotori oleh pengikutnya (fan economy), dan selanjutnya… Baca Selengkapnya: Dampak Perilaku Digital Berisiko: Fandom Culture
- Dampak Perilaku Digital Berisiko: Popcorn BrainApakah IMuNers keseringan scrolling dan mantengin medsos? Candu sama video-video pendek yang sering sliweran? Trus, ngerasain gejala jadi susah fokus dalam waktu lama? Waahh, jangan-jangan kena sindrom ‘popcorn brain’ nih. Wah apa emang? Biar gak penasaran, Departemen Media dan Dakwah Digital IMuNe menerbitkan seri infografis 1 tentang Popcorn Brain. Infografis ini bagian dari riset yang berjudul Dampak Perilaku Digital Berisiko, yang menyoroti fenomena perilaku digital… Baca Selengkapnya: Dampak Perilaku Digital Berisiko: Popcorn Brain
- Konsep Islam dan Relevansinya Terhadap Dampak Industri Budaya PopulerSaat ini umat Islam dikepung oleh masifnya industri budaya populer, termasuk industri hiburan yang berkiblat pada Barat. Industri hiburan Barat melahirkan kultur pemujaan terhadap kesenangan dan syahwat dunia. Menjadi sebuah kewajaran karena berangkat dari konsep sekuler, pemisahan agama dari kehidupan. Industri yang semakin berkembang karena sekedar mengejar keuntungan ekonomi semata, tak peduli dampak kerusakan yang terjadi, yang bahkan semakin meluas. Memanfaatkan generasi yang mudah candu akan kesenangan sebagai pasar dan bahkan memanfaatkan… Baca Selengkapnya: Konsep Islam dan Relevansinya Terhadap Dampak Industri Budaya Populer
- Digitalisasi Media: Idealisme Jurnalis di PersimpanganSektor media di Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan paling beragam di Asia Tenggara, dengan beragam outlet dan platform yang melayani khalayak dan minat yang berbeda-beda. Namun, sektor media juga menghadapi tantangan dan transformasi signifikan di era teknologi digital, yang mempengaruhi peran dan fungsinya di bidang ekonomi, politik, dan sosial. Riset ini mengeksplorasi bagaimana kapitalisasi, idealisme, dan jurnalisme berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain dalam konteks lanskap media digital di… Baca Selengkapnya: Digitalisasi Media: Idealisme Jurnalis di Persimpangan
- Persebaran LGBT Melalui Budaya PopulerPesebaran LGBT secara global sudah sangat luar biasa. Tahun 2023, menurut The Human Right Campaign (HRC) terdapat 32 negara yang telah melegalkan pernikahan sesama jenis, beberapadiantaranya: Australia, Belgia, Brasil, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, AmerikaSerikat, Taiwan, dan Swiss. Hal ini tentu saja didukung oleh hegemoni Barat dengan penyebaran ide kebebasannya melalui gerakan politik, sosial dan ekonomi. Termasuk oleh industri budaya populer yang sangat masif melakukan kampanye, dukungan dan penyebaran opini. Persebaran… Baca Selengkapnya: Persebaran LGBT Melalui Budaya Populer
- Generasi Muda Muslim Ditengah Arus Industri Budaya PopulerEra sekuler meniscayakan berkembangnya industri yang mengedepankan kesenangan duniawi semata, seperti industri budaya populer (popular culture). Budaya populer adalah produk (budaya) suatu masyarakat yang berkembang luas dan telah menjadi suatu industri massal global, serta sangat mudah diakses oleh komunitas dunia karena didukung oleh perkembangan teknologi informasi. Bentuk produknya yang saat ini merajalela dan memberi dampak luar biasa terutama bagi generasi muda muslim seperti aneka ragam platform media sosial seperti facebook, instagram,… Baca Selengkapnya: Generasi Muda Muslim Ditengah Arus Industri Budaya Populer
- Seri Infografis #6: Penyakit Ain dan Relevansinya terhadap Budaya PopulerKultur visual kini menjadi tren yang tak lepas di era digitalisasi. Tontonan dengan visualisasi aktor dan artis yang memukau, tren berbagi video di TikTok hingga fenomena selfie dan curhat di media sosial. Bagi seorang muslim, ada rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam bermedia sosial dan menikmati tontonan. Selain berkaitan dengan keamanan, hal ini juga berkaitan dengan penyakit ain, yaitu penyakit yang diakibatkan oleh pandangan mata baik… Baca Selengkapnya: Seri Infografis #6: Penyakit Ain dan Relevansinya terhadap Budaya Populer
- Seri Infografis: Riset Industri Budaya Populer“Dampak Budaya Populer terhadap Praktik Beragama” Industri budaya populer memberikan pengaruh nyata terhadap praktik beragama, utamanya pada generasi muda muslim. Baik dalam bidang ekonomi, politik dan dakwah Islam. Banyak yang mengkritik dengan keras bahwa budaya populer telah mereduksi prinsip-prinsip, nilai-nilai, pemahaman di kalangan umat Islam. Dakwah Islam tak dipungkiri terus menggeliat ditengah arus digitalisasi yang penuh sesak dengan budaya populer. Fenomena gerakan hijrah tentu diharapkan… Baca Selengkapnya: Seri Infografis: Riset Industri Budaya Populer
- Sisi Gelap Wattpad“Wattpad bagaikan pintu yang tak terkunci di banyak persimpangan jalan.” Derek Shoemake, asisten pengacara di Departemen Peradilan, yang menangani kasus predator seksual yang mencari korbannya melalui wattpad. Dibuat sejak tahun 2006 dengan lebih dari 90 juta pengguna pada 2021, Wattpad, platform kepenulisan, telah menjadi magnet terutama para penulis pemula yang bahkan berpotensi menjadikan karyanya popular berdasarkan banyaknya viewer. Potensial menjadi viral, lalu diadopsi menjadi karya… Baca Selengkapnya: Sisi Gelap Wattpad
- Kultur Kekerasan Industri HiburanBudaya populer seperti film, serial, fiksi dan game online banyak yang berisikan konten kekerasan yang terbukti memberikan dampak negatif bagi generasi muda. Kasus kriminalitas yang terinspirasi dari tontonan sudah beberapa kali terjadi. Lingkaran ini semakin tak berkesudahan karena saling menginspirasi. Peristiwa kekerasan banyak menginspirasi fiksi dan tontonan, game online dan fiksi kekerasan juga menginspirasi lahirnya tontonan serupa, begitupun tontonan, fiksi atau game kekerasan menginspirasi aksi… Baca Selengkapnya: Kultur Kekerasan Industri Hiburan
- DEMOKRASI DAN INDUSTRI POLITIK: Melahirkan Kultur Manipulasi Opini Publik dan Problem Kepemimpinan“Uang biasanya membeli pemilu dan, siapapun yang terpilih, biasanya akan membeli pengaruh” (Jeffrey Winters – penulis buku ‘Oligarchy’ dan pakar politik) “Pemilu adalah bisnis besar” (Nanjala Nyabola – analis politik dan penulis buku Digital Democracy, Analogue Politics) Agaknya memang benar apa yang dinyatakan oleh Jeffrey Winters maupun Nanjala Nyabola, bahwa pemilu dalam sistem demokrasi adalah sebuah bisnis besar. Sebuah ajang jual beli pengaruh, yang melibatkan… Baca Selengkapnya: DEMOKRASI DAN INDUSTRI POLITIK: Melahirkan Kultur Manipulasi Opini Publik dan Problem Kepemimpinan
- Potret ‘Kotor’ Kampanye Digital PolitisiKepemimpinan adalah sebuah amanah besar. Tidak layak disematkan pada kandidat yang tidak memiliki integritas dan kapabilitas, terlebih diraih dengan cara-cara kotor dan culas. Sudah pasti, pemimpin model seperti ini tidak pernah menganggap jabatan adalah amanah, namun hanya sarana untuk meraih tujuan duniawi semata. Dalam iklim demokrasi kapitalis, hanya melahirkan sosok yang memuaskan kepentingan oligarki.Era digital semakin memudahkan para kandidat memoles citra demi meraih tangga kekuasaan… Baca Selengkapnya: Potret ‘Kotor’ Kampanye Digital Politisi
- Industri Manipulasi Opini PublikKampanye media sosial menjadi bagian ‘industri manipulasi opini’ demi memoles citra para politisi dan demi meraih tujuan kekuasaan. Media sosial (Facebook, Instagram, dan terutama Twitter) digunakan untuk mempengaruhi opini publik di beragam isu. Hasil laporan riset Universitas Oxford yang berjudul “Industrialized Disinformation 2020: Global Inventory of Organized Social Media Manipulation” menunjukkan bisnis manipulasi opini dilakukan oleh 81 negara dengan perputaran dana mencapai hampir US $10… Baca Selengkapnya: Industri Manipulasi Opini Publik
- Pemilu dan Proyek Industri Politik“Pemilu adalah bisnis besar” (Nanjala Nyabola – analis politik dan penulis buku Digital Democracy, Analogue Politics ) Menjelang agenda Pemilu 2024 media menyuguhkan banyak analisa elektabilitas kandidat. Berbagai lembaga survey mulai bekerja menyokong para kandidat yang menggunakan jasanya. Tim sukses juga mulai melakukan ancang-ancang start untuk memperkenalkan kandidat yang diangkat. Para parpol tentunya sangat sibuk menyiapkan semuanya, termasuk berbagai lobi-lobi politik dan strategi koalisi demi… Baca Selengkapnya: Pemilu dan Proyek Industri Politik
- Kidfluencer dan Tantangan Orang Tua Era DigitalExecutive Summary dan Key Insight “Kidfluencers” – Anak yang memiliki pengikut besar di media sosial – menyumbang sekitar $8 miliar dari industri periklanan di media sosial dan diperkirakan akan meningkat hingga $15 miliar pada 2022. Problem negatif kidfluencer agaknya wajib menjadi perenungan bagi para orang tua, terutama bagi seorang muslim. Terlebih dalam era dimana ajaran agama wajib dipegang teguh di tengah gempuran pemikiran yang menyerang… Baca Selengkapnya: Kidfluencer dan Tantangan Orang Tua Era Digital
- INVESTASI UNTUK KEPENTINGAN SIAPA? DAN BAGAIMANA PANDANGAN ISLAMInvestasi merupakan salah satu program yang sangat ditonjolkan oleh pemerintahan Jokowi sejak menjabat pada 2014. Berbagai upaya dilakukan untuk menarik investasi masuk ke Indonesia, mulai dari membangun infrastruktur, menyederhanakan regulasi, memberi insentif pajak, bahkan membentuk Kementerian Investasi dan Lembaga Pengelola Investasi, semua dilakukan agar Indonesia dapat menarik investasi baik dari dalam maupun luar negeri. Pemerintah melalui BUMN konstruksi bahkan berani menambah utang agar dapat membangun… Baca Selengkapnya: INVESTASI UNTUK KEPENTINGAN SIAPA? DAN BAGAIMANA PANDANGAN ISLAM
- Demokrasi Era Digital dan Aktivisme Umat IslamOleh : Yul Rachmawati dan Lestari Admojo Summary Sejarah selalu berbicara bagaimana aktivisme umat Islam selalu mewarnai berbagai upaya pengusiran penjajahan, pembebasan penindasan, penentangan kedzaliman, hingga upaya menyebarkan dakwah dan mengembalikan kehidupan umat Islam yang terenggut oleh pengusaan orang-orang kafir imperialis atas mereka. Sayangnya, seringkali perjuangan dakwah umat Islam dipandang sebagai musuh yang harus disingkirkan, hatta oleh penguasa muslim itu sendiri. Penguasa yang sejatinya tidak… Baca Selengkapnya: Demokrasi Era Digital dan Aktivisme Umat Islam
- Kids Influencer : Marketing Digital yang Menarget Anak-anakKekuatan mempengaruhi seorang influencer, yang kadangkala memicu ‘trend setter’ menyebabkan banyak pemilik bisnis yang menggandeng mereka untuk mempromosikan produknya, termasuk anak-anak. Semakin meningkatnya jumlah pengguna media sosial aktif di Indonesia yang mencapai 150 juta jiwa, dengan rata-rata waktu akses hingga 3,5 jam setiap hari menjadi peluang besar menggaet pasar yang semakin dipilih sebagai media marketing produk. Sebuah studi menyebutkan bahwa membidik influencer sebagai marketer produk mendukung… Baca Selengkapnya: Kids Influencer : Marketing Digital yang Menarget Anak-anak
- “Kidfluencers” dan Sosial Media: Evolusi Eksploitasi Anak di Era Digital“Kidfluencers” – Anak yang memiliki pengikut besar di media sosial– menyumbang sekitar $8 miliar dari industri periklanan di media sosial dan diperkirakan akan meningkat hingga $15 miliar pada 2022. Sisi gelap fenomena ini adalah orangtualah yang memiliki kekuatan mengontrol konten dan pendapatan anak dengan melibatkan anak dalam aktivitas komersial. Keuntungan finansial yang menjanjikan ditopang iklim melihat materi sebagai standar keberhasilan saat ini, menjadikan anak seringkali ikut menikmati… Baca Selengkapnya: “Kidfluencers” dan Sosial Media: Evolusi Eksploitasi Anak di Era Digital
- Departemen Media dan Dakwah Digital IMuNe Bahas “Demokrasi Era Digital dan Aktivisme Umat Islam”Paska Arab Spring di Timur Tengah dan Gerakan 212 di Indonesia, aktivisme umat Islam di berbagai negeri Muslim semakin mendapatkan banyak tekanan dan represi rezim. Era digital yang diharapkan membuka ruang publik untuk menyuarakan arus perubahan terasa mengalami kebuntuan. Peristiwa Arab spring dan Gerakan 212 yang berhasil memanfaatkan teknologi digital dengan baik, rupanya justru memantik rezim melakukan berbagai cara untuk membungkam berbagai kritik dan opini… Baca Selengkapnya: Departemen Media dan Dakwah Digital IMuNe Bahas “Demokrasi Era Digital dan Aktivisme Umat Islam”
- Linimasa Kegagalan FacebookPada tahun 2015, CEO Facebook Mark Zuckerberg bersumpah untuk membuat platform media sosial miliknya sebagai rumah yang ramah bagi umat muslim setelah anggota komunitas muslim menghadapi reaksi brutal akibat serangan kekerasan yang mengerikan di Paris. Zuckerberg memposting di Facebook, “Setelah serangan Paris dan kebencian minggu ini, saya hanya bisa membayangkan ketakutan yang dirasakan umat muslim bahwa mereka akan dianiaya karena tindakan orang lain. Sebagai pemimpin… Baca Selengkapnya: Linimasa Kegagalan Facebook
- Demokrasi Memperparah Disrupsi DigitalProfesor Noreena Hertz, dalam buku best seller The Silent Take Over menyatakan bahwa hegemoni kapitalisme semakin menguat di era demokrasi, dimana para kapital mudah bersimbiosis dengan kekuasaan demi meraih kepentingannya. Demokrasi menjadi sistem politik yang saat ini dipilih di banyak negara. Harapan bahwa demokrasi menjadi antitesis dari sistem otoriter, nyatanya tetap membuka peluang rezim menjadi otoriter, termasuk dalam era digital saat ini. Pengekangan kebebasan publik,… Baca Selengkapnya: Demokrasi Memperparah Disrupsi Digital